Halalbihalal Seluruh Dewan Guru dan Pelantikan Pengurus Pondok Bersama Pemimpin Pesantren

Parakansantri (29 Juni 2018) – Halalbihalal Seluruh Dewan Guru dan Pelantikan Pengurus Pondok Bersama Pemimpin Pesantren, KH. Adrian Mafatihullah Kariem, MA.

  1. Modal kehidupan bahagia adalah keimanan dan kesungguhan yang harus diimplementasikan secara ihsan dalam konteks mu’amalah dan mua’abadah. Dasarnya mukhlisin lahuddin. Bukankankah hal demikian merupakan subtansi dari diinul qoyyimah?

    Setiap kita pasti punya sebaik-baik harapan, keinginan, dambaan, cita-cita, namun semua itu akan terasa hampa bahkan utopis terwujud tanpa menghitung, berhitung dan memperhitungkan bukan hitung-hitungan tentang apa yang terjadi dan dilakukan kemarin dengan muhasabah (evaluasi). Sebagaimana Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman di dalam surat Al Hasyr ayat 18 :

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ. “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

  2. Halalbihalal Seluruh Dewan Guru dan Pelantikan Pengurus Pondok Bersama Pemimpin Pesantren

  3. Mendidik juga merupakan sebuah pendidikan bagi setiap pendidik yang harus siap untuk selalu diingatkan, diislah dan mau meningkatkan kualitas personal sebagai pendidik, karna visi dari pola asuh pesantren/kependidikan La Tansa senantiasa menuntun ke arah fastabiqul khairat.
  4. Halalbihalal Seluruh Dewan Guru dan Pelantikan Pengurus Pondok Bersama Pemimpin Pesantren

  5. Salah satu pola pendidikan yang harus diterapkan bisa dimulai dari pendidikan keteladan (al-uswah al-hasanah) dengan mengedepankan al-akhlaq al-karimah, karena menebar rahmat dan memperbaiki akhlak adalah misi utama Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan memaksa orang lain masuk Islam atau memaksa mengikuti hawa nafsu sebagai berhala dengan menjadikan logika sebagai dewa pemutus perkara. Pemaksaan terhadap orang lain itu dengan membabi buta bukan rahmat dan bukan pula akhlak yang mulia. “La ikraha fi al-din”. (Tidak ada paksaan dalam beragama). Maksudnya ajaklah manusia untuk mengesakan Allah dengan hikmah, mau’idzoh hasanah (keterangan yang jelas). Tidak boleh bersikap acuh, masa bodoh dan membodohi.
    pesantrenlatansaJika hal seperti terjadi niscaya yafirruun (membangkang, ya pada kabuuur…!). Sebagaimana dijelaskan sendiri oleh Rasulullah dalam satu riwayat hadits shahih :

    إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ

    “Sesungguhya aku diutus untuk meyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Bukhari)

  6. Halalbihalal Seluruh Dewan Guru dan Pelantikan Pengurus Pondok Bersama Pemimpin Pesantren

  7. Pertemuan ini dilaksanakan dalam rangka memperbaharui dan menguatkan niat (tajdidunniyat wa taqwiyatunniyyat), dan kembali memahami bersama visi, misi dan pola asuh kependidikan Pondok Pesantren La Tansa.
  8. Halalbihalal Seluruh Dewan Guru dan Pelantikan Pengurus Pondok Bersama Pemimpin Pesantren

  9. Sebagaimana yang telah diketahui bahwa visi Pondok Pesantren La Tansa adalah mempersiapkan sumber daya manusia muslim yang memiliki ilmu pengetahuan yang seimbang secara bidimensional (dengan menghilangkan dikotomi duniawi dan ukhrawi) serta mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan yang ihsan fi ad-darain.

    Adapun misi yang digunakan untuk mencapai tujuan/visi tersebut adalah dengan : – Mempersiapkan kader-kader muslim masa depan yang menguasai iptek, memiliki daya juang yang tinggi, mampu berkreasi secara inovatif, aktif dan dinamis di atas landasan iman dan taqwa yang kuat. – Memperluas medan juang santri meliputi seluruh aspek kehidupan dengan bekal iman sebagai landasan keyakinan, pandangan dan sikap hidup yang haq. – Meningkatkan kemampuan profesional dan pengetahuan tenaga kependidikan sesuai dengan kebutuhan dunia pendidikan dan tuntutan dinamika kehidupan masyarakat.

  10. Halalbihalal Seluruh Dewan Guru dan Pelantikan Pengurus Pondok Bersama Pemimpin Pesantren

  11. Generasi terbaik umat ini adalah para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka adalah sebaik-baik manusia. Lantas disusul generasi berikutnya, lalu generasi berikutnya. Tiga kurun ini merupakan kurun terbaik dari umat ini. Dari Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhuma, bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

    خَيْرَ أُمَّتِـي قَرْنِي ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

    “Sebaik-baik umatku adalah pada masaku. Kemudian orang-orang yang setelah mereka (generasi berikutnya), lalu orang-orang yang setelah mereka.” (Shahih Al-Bukhari)
    pesantrenlatansaMereka adalah orang-orang yang paling baik, paling selamat dan paling mengetahui dalam memahami Islam. Mereka adalah para pendahulu yang memiliki keshalihan yang tertinggi (as-salafu ash-shalih).

    Karenanya, sudah merupakan kemestian bila menghendaki pemahaman dan pengamalan Islam yang benar merujuk kepada mereka (as-salafu ash-shalih). Mereka adalah orang-orang yang telah mendapat keridhaan dari Allah Subhanahu wa ta’aala dan mereka pun ridha kepada Allah SWT.

  12. Halalbihalal Seluruh Dewan Guru dan Pelantikan Pengurus Pondok Bersama Pemimpin Pesantren

  13. Permasalahan hidup senantiasa muncul dan berkembang begitu cepat, hitungannya perdetik, permasalahannya pun beragam sulit diterka. Karena itu bekalilah santri-santri kita dengan iman dan takwa tanpa menutup mata terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi karena sudah tampak di depan mata, arahkan kepada fungsi kemanfaatan dan kemaslahatan.

    Maka dari itu pesantren butuh kader-kader di masa yang akan datang, karna segala sesuatu itu mempunyai batas.

    “Carilah kelebihan antum sekalian, untuk dijaga dan ditingkatkan , jangan sekali-kali mencari cari kelemahan diri sindiri yang akhirnya membuat kita tidak percaya diri”. (KH.Adrian Mafatihullah Kariem, MA.)

  14. Halalbihalal Seluruh Dewan Guru dan Pelantikan Pengurus Pondok Bersama Pemimpin Pesantren

  15. Mari kita ingat kembali identitas dan integritas kita sebagai pendidik dengan menjalankan seluruh amanah dan tanggungjawab di pondok ini secara totalitas, liwajhillahi ta’aala, “Semata-mata hanya karena Allah swt” bukan karena hal apapun dan aspek apapun yang nisbi, sesaat dan menyesatkan. اِعْمَلُوْا فَوْقَ مَا عَمِلُوْا

    “Bekerjalah melebihi apa yang telah mereka kerjakan”. (Kerja Produktif, Inovatif dan Sinergis)

    Hal lain yang tidak kalah pentingnya dan perlu dipahami bersama bahwa dakwah kita adalah keberadaan dan segala aktivitas di Pondok Pesantren La Tansa ini. Identitas kita sebagai muslim, “fasyhaduu bi annanal muslimuun” dan identitas kita sebagai pendidik. Integritas, segala potensi dan kiprah itu disinergikan dalam identitas diri secara totalitas. Totalitas menghajatkan loyalitas yaitu kesetiaan terhadap tugas, tanggung jawab, kepentingan santri dan pondok. Totalitas menghajatkan juga royalitas yaitu pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, perasaan, harta bahkan nyawa.

  16. Halalbihalal Seluruh Dewan Guru dan Pelantikan Pengurus Pondok Bersama Pemimpin Pesantren

Demikian, syukron.

Sekretariat Pesantren

Share

Post Author: La Tansa

TimRed La Tansa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *